Persepsi Visual Pada Lukisan Karya Budiana Berjudul "Berkah"



PERSEPSI VISUAL YANG TERSAMPAIKAN

Sebuah karya lukisan Budiana yang berjudul “Berkah” masih memvisualisasikan bentuk dari lukisan tradisi dengan ciri khasnya tersendiri, yaitu figur manusia yang memiliki tubuh yang subur. Material subjeknya merupakan gambar tentang sepasang suami istri dengan tubuh yang subur tanpa alas kaki sedang berusaha memboyong keempat orang anaknya yang telihat subur pula dengan menggunakan sepeda ontel. 
suasana dalam lukisan tersebut dapat dibagi menjadi beberapa bagian. Suasana pertama, telihat ekspresi figur suami berusaha untuk menahan beban keempat anaknya agar tetap seimbang dan menoleh ke belakang untuk memastikan bahwa semua anak-anaknya telah mendapatkan dan pada posisi aman (meskipun berdesakan). Suasana kedua, dilihat dari posisi figur anak yang duduk pada kemudi sepeda dan yang duduk pada tempat duduk pengemudi dengan ekspresi wajah yang penuh kekhawatiran berusaha untuk memegang tangan ayahnya agar tidak terlepas dan terjatuh. Suasana ketiga, figur istri/ibu yang sedang menempatkan anaknya pada bagian belakang (tempat duduk penumpang) sepeda yang telah ditempati oleh anaknya yang lainnya. Serta suasana keempat, figur anak yang terlihat terjepit diantara kedua saudaranya yang menghimpitnya dari depan dan belakangnya, namun terlihat tidak mampu berbuat apa-apa.

KEGAGALAN PERSEPSI VISUAL DAN SOLUSINYA

Menurut saya, karya ini sudah sesuai dengan apa yang ingin divisualkan sesuai degan judulnya yaitu " Berkah". Namun, ada suasana yang memimbulkan kegagalan dalam persepsi visualnya yaitu dari suasana figur anak yang terlihat terjepit diantara kedua saudaranya yang menghimpitnya dari depan dan belakangnya, namun terlihat tidak mampu berbuat apa-apa. Dari suasana tersebut, terlihat seperti suatu kesederhanaan dan keterpaksaan. Dalam mendeskripsikan suatu karya seni, pendapat setiap orang dalam membaca karya seni bisa saja sama, namun dalam menafsirkan pasti akan berbeda karena akan melibatkan perbedaan sudut pandang. Supaya tidak menimbulkan mis persepsi, sebaiknya kita melihat dan mencaritahu dulu tentang makna/ maksud dari karya tersebut dari pencipta yang membuatnya. Mungkin bisa juga mencari info dari karya karya yang sudah pernah dia buat. Dapat diidentifikasi, bahwa Budiana dalam berkarya selalu mengambil isu-isu yang tidak jauh dari lingkungan sosialnya. Hubungannya terhadap kegelisahan sosial, yang menjadi isu sosial bangsa ini selalu saja mampu menggugah perasaan dan kreatifitasnya untuk mewujudkan kegelisahan-kegelisahannya tersebut menjadi sebuah bentuk karya seni. Meskipun keluarga tersebut terlihat sederhana namun jelas mereka hidup berkecukupan terutama dengan masalah isi perut mereka seperti tidak kekurangan, bahkan cenderung lebih. Inilah figur atas mitos “Banyak anak, banyak rezeki” yang ada dibenak Budiana.






Komentar